April
Usai turun dari gunung Gede Aku bersistirahat di kediaman
Abah –salah satu warga kaki Gunung Gede- yang aku kenal sejak pertama kali
mendaki ke Gunung Gede
“Assalamu’alaikum” Ucap ku sembari mengetuk pintu
“wa’aalaikumussalam, ehh, udah turun Gra? Gimana bagus
diatas?” jawab Umi dan langsung bertanya
“Alhamdlulillah bagus Mi” jawabku dengan santai
“Ayo masuk bersih bersih dulu, udah sore ini” suruhnya
“Iya Mi siap hehehe” sambungku
Akupun bergegas kedalam rumah untuk membereskan
barang-barang dan memisahkan antara yang kotor dan yang masih bersih, setelah
terpisah yang kotor kubawa kekamar mandi untuk segera dicuci agar esok hari
bias ku bawa pulang. Usai mandi dan menjemur pakaian aku menuju kembali ke
ruang tengah, mengobrol dengan Abah ngalor ngidul membhasas Alam sampai
Politik. Suara Adzan magrib pun berkumandang kami bersiap untuk beribadah. Usai
beribadah solat magrib dan isya ternyata Umi telah menyiapkan makan, akupun
yang sedari tadi sore menahan lapar langsung saja merapat mendekat.
“Nah Gitu dong jangan nunggu ditawari” ucap Abah sambil
menyiapkan air minum
“hahahaha, iya Bah ga sabar pengen nyicipin masakan umi ini
heheh” jawabku sambil ketawa
“bukan mencicipi itu mah lapar aja namanya” sambung Umi
sambil tersenyum
“ahahha, iya Umi aku udah lapar sedari esde” candaku
“baru juga tiga hari yang lalu kamu makan masakan Umi Gra”
sambut Abah
“Sudah-sudah mari makan dulu anggap saja rumah sendiri”
sambungku becanda
“Iya nanti lagi becandanya” kata Umi
Selesai makan aku kembali ngobrol lupa ditemani kopi dan
tembakau. Obrolan sudah ngalor ngidul kopi pun sudah habis dua gelas dan
matapun sudah tidak kondusif aku
berpamitan untuk tidur.
Aku kebangun akibat adanya cahaya yang masuk lewat bilik
kamar, aku pikir masih pagi dan ternyata matahari sudah hampir ditengah, “ahh
kesiangan” keluhku. Kulihat pakain yang kemarin dijemur sudah tidak ada, panik
aku mencarinya aku kira terbang terbawa angin.
“Umi, liat pakain yang dijemur dibelakang ga?” tanyaku panik
“udah
minum dulu sana, nanti lagi cari pakaiannya”
perintah umi
“bangun
tidur ko langsung cari cari pakaiaan” sambung nya lagi
“e eu euh,
iya mi” jawabku bingung sambil minum air yang ada di dapur
“ini
pakaianmu Gra udah Umi lipetin” kata Umi sambil menyodorkan pakaian ku
“aduh Umi,
merepotkan saja” kataku gemas nan malu
Aku
langsung ambil baju yang sudah rapih, lalu ku packing di keril. Aku hendak
berpamitan namun Umi mencegah ku untuk keluar dan malah menyuruhku makan lagi.
“aduh malu kali aku, bangun tidur udah makan lagi aja” gumamku dalam hati
Selesai
makan aku langsung menyalakan motor dan langsung tancap gas tentunya sesudah
berpamitan dengan Umi tidak dengan Abah karena beliau sedang diladang. -
Komentar
Posting Komentar